Rabu, 27 Juni 2012

tanya kesohihan hadis dalam kitab durotun nasihin

لسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Ana baca di kitab Durratun Nashihin terjemahan hal 866 ada sebuah hadits riwayat Abu Hurairah yang artinya sbb : Ketika orang mukmin meninggal dunia maka ruhnya berkeliling di sekitar rumahnya sebulan, ia amati keluarga yg ditinggalkan bagaimana cara membagi harta pusaka & membayarkan hutangnya.Dan apabila sudah sebulan penuh dikembalikanlah ia ke liangnya. Kemudian ia berkeliling di sekitar makamnya selama setahun. Ia mengamati siapakah yang mau berziarah & berdoa serta belasungkawa kepadanya. Dan apabila sdh setahun penuh iapun diangkat ke tempat ruh2 berhimpun sampai tiba saatnya saatnya terompet ditiup. (Bahjatul Anwar).
Pertanyaan ana apakah hadis ini shoheh?
Syukron, ​جَزَاك اللهُ خَيْرًا
atas jawabannya.
وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه
Abu Farid.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Dikirim: Kamis, 20 Oktober 2011 1:57
Judul: Re: [assunnah]>>Tanya kesohihan hadits<<

 
و عليكم السلام ورحمة الله وبركاته
ada sedikit info mengenai kitab tersebut. Bahwa kitab tersebut tdk dpt dijadikan rujukan krn banyak memuat hadist palsu.
Bisa di buka pada link ini :
alQiyamah – Moslem Weblog
————————
http://alqiyamah.wordpress.com/2011/03/24/kedudukan-kitab-durratun-nashihin/
Pertanyaan:
Bagaimana kedudukan kitab Durratun Nashihin? Apakah dapat dijadikan rujukan untuk diamalkan? Jazakumullah khair
Jawab:
Di masyarakat kita, kitab ini cukup populer, menjadi pegangan dalam pengutipan hadits dalam ceramah-ceramah. Lengkapnya, berjudul Durratun Nashihin Fil Wa’zhi wal Irsyad karya Syaikh ‘Utsman bin Hasan bin Ahmad Syakir al-Khubari seorang Ulama yang hidup di abad ke sembilan hijriyah.
Tentang kitab ini, kami kutipkan pernyataan Syaikh bin Baz rahimahullah dalam Fatawa Nur ‘ala ad-Darb (1/80-81), dengan ringkas sebagai berikut:
“Kitab ini tidak bisa dijadikan pegangan. (Sebab) berisi hadits-hadits maudhu (palsu) dan lemah yang tidak bisa dijadikan sandaran, sehingga tidak sepatutunya buku ini dijadikan sandaran dan kitab-kitab serupa lainnya yang berisi hadits palsu dan lemah. Hal ini karena hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mendapatkan perhatian penuh dari para imam-imam (ahli) Sunnah. Mereka telah menjelaskan dan memilah hadits-hadits shahih dan yang tidak shahih. Maka, sudah seharusnya seorang mukmin memiliki kitab-kitab yang baik dan bermanfaat (saja), seperti Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim, Sunan Arba’ah [1], Mumtaqa al-Akhbar karya Majdudin Ibnu Taimiyah rahimahullah dan kitab Riyadhus Shalihin karya Iman an Nawawi rahimahullah, Bulughul Marom, dan ‘Umdatul Hadits. Kitab-kitab (hadits) ini bermanfaat bagi seorang Mukmin. Kitab-kitab ini jauh dari hadits-hadits palsu dan dusta. Tentang hadits-hadits lemah yang ada di kitab Sunan, Riyadhus Shalihin atau Bulughul Marom, para penulisnya telah menjelaskan dan menyampaikan hukumnya. Hadits-hadits yang lemah yang belum dijelaskan penulis kitab-kitab tersebut, telah dipaparkan dan ditunjukkan oleh para ulama lainnya dalam kitab-kitab syarag yang menjelaskan kitab-kitab tersebut. Demikian juga dijelaskan oleh para ulama dalam karya mereka (secara khusus) tentang hadits-hadits palsu dan lemah.” [2]
Note:
[1] Empat kitab Sunan; Sunan Abu Dawud, at-Tirmidzi, an Nasa’i dan Ibnu Majah, pent.)
[2] Sebagian ulama telah membukukan hadits-hadits palsu dan lemah dalam kitab-kitab tersendiri. Misal, al-Maudhu’at karya Imam Ibnul Jauzi, al-Fawaid al-Majmu’ah karya Imam Syaukani, Silsilah al-aHadits adh-Dhai’ifa wal Maudhu’ah karya Syaikh al Albani dan lain-lain. Buku-buku ini ditulis dalam rangka memperingatkan umat dari hadits-hadits palsu dan lemah agar tidak diamalkan. Pent.
Sumber: Disalin ulang dari Majalah as Sunnah Vol.7 Edisi 11/Thn XIV/Rabiul Tsani 1432H/Maret 2011M Hal.7


Article Related maybe you can see :

Kunci pencarian :


  • download kitab durratun nasihin
  • terjemahan kitab durotun nasihin
  • kitab durratun nasihin
  • terjemah kitab durratun nasihin
  • duratun nasihin
  • jadwal habib syech
  • Terjemah kitab durratun nashihin
  • terjemahan durrotun nasihin
  • kitab duratunnasihin
  • hadis tentang dusta
  • download kitab durotun nasihin
  • kitab duratun nasihin
  • terjemahan kitab durratun nasihin
  • terjemahan kitab durratun nashihin
  • terjemahan durratun nasihin

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar